Pada Senin, 10 Maret 2025, platform media sosial X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter, mengalami gangguan besar yang memengaruhi ribuan pengguna di seluruh dunia. Menurut data dari Downdetector, laporan masalah mulai muncul sekitar pukul 6 pagi, dengan lebih dari 40.000 pengguna melaporkan gangguan pada pukul 10 pagi. Setelah sempat mereda, keluhan meningkat kembali pada sore hari, dengan lebih dari 25.000 pengguna melaporkan masalah serupa.
Pengguna melaporkan kesulitan dalam mengakses layanan, termasuk masalah saat memuat postingan dan profil. Beberapa mengalami buffering terus-menerus dan menerima pesan kesalahan seperti “Posts aren’t loading right now.” Kota-kota yang paling terdampak termasuk Chicago, New York, dan Los Angeles.
Gangguan ini terjadi pada hari yang sibuk bagi NFL, di mana periode legal tampering dimulai, memungkinkan tim untuk mulai bernegosiasi dengan agen bebas. Beberapa insider NFL, seperti Ian Rapoport dan Scott Hanson, menyatakan frustrasi mereka terhadap waktu gangguan yang tidak tepat ini, karena mereka mengandalkan platform untuk melaporkan berita terkini.
CEO X, Elon Musk, menyatakan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh “serangan siber besar-besaran.” Ia menambahkan bahwa serangan itu dilakukan dengan sumber daya yang signifikan, kemungkinan oleh kelompok besar yang terkoordinasi atau bahkan oleh negara tertentu, dan investigasi sedang berlangsung untuk melacak sumbernya.
Selama gangguan berlangsung, banyak pengguna yang beralih ke platform pesaing, seperti Threads yang diluncurkan oleh Meta pada tahun 2023, untuk berdiskusi dan mencari informasi terkait masalah di X.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak X mengenai penyebab pasti gangguan tersebut atau langkah-langkah yang akan diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.