Kreator konten Willie Salim menemui Helmy Yahya untuk meminta maaf terkait kontroversi yang muncul setelah video memasak rendang 200 kilogram di Palembang. Video tersebut menghebohkan publik karena rendang yang dimasak hilang di tengah acara, memicu reaksi keras dari masyarakat Palembang dan netizen. Menanggapi hal ini, Helmy Yahya yang juga Ketua Asosiasi Konten Kreator Seluruh Indonesia (AKKSI) mengungkapkan bahwa banyak orang merasa tersinggung oleh konten tersebut.
Helmy Yahya, dalam video yang diunggahnya, menyatakan bahwa meskipun Willie Salim telah meminta maaf, ia menekankan pentingnya pertanggungjawaban terhadap konten yang diproduksi, terutama yang bisa merugikan masyarakat luas. Ia mengkritik kurangnya persiapan dalam acara tersebut, yang dianggap memberi kesempatan bagi orang untuk mengambil rendang yang ditinggalkan. Helmy menambahkan bahwa meskipun Willie Salim mengklaim tidak ada rekayasa dalam konten tersebut, ia tetap merasa bahwa insiden itu direncanakan secara tidak matang.
Helmy Yahya juga menyoroti pentingnya para kreator konten untuk lebih berhati-hati dalam membuat video yang dapat mempengaruhi banyak orang. “Konten yang kita buat bisa merugikan banyak orang, jadi harus lebih dipertimbangkan dengan matang,” ujar Helmy. Ia pun berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh content creator untuk lebih bertanggung jawab dalam setiap karya yang dihasilkan.