Pemudik di Tanjung Priok Pilih Kapal Laut untuk Mudik Lebaran karena Lebih Ekonomis
Sejumlah pemudik di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengaku lebih memilih kapal laut sebagai moda transportasi untuk perjalanan mudik Idul Fitri 1446 Hijriah dibandingkan pesawat. Alasan utama mereka adalah biaya yang lebih terjangkau.
“Saya memilih kapal laut karena lebih murah. Kalau naik pesawat, biayanya lebih mahal. Tiket kapal ini hanya sekitar Rp400 ribu lebih, jadi kalau berdua dengan anak totalnya sekitar Rp820 ribu,” ujar seorang pemudik bernama Ari di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin.
Ia membandingkan bahwa jika menggunakan pesawat, ia harus mengeluarkan lebih dari Rp1 juta untuk satu tiket, yang tentu akan menjadi beban biaya lebih besar ketika bepergian dengan anaknya.
Ari berencana turun di Pelabuhan Kijang sebelum melanjutkan perjalanan ke rumahnya di Kepulauan Riau, dengan menaiki KM Ngappulu yang dijadwalkan berangkat pada Senin sore.
Sementara itu, pemudik lain bernama Abdurrohman mengungkapkan bahwa ini adalah pertama kalinya ia dan keluarganya mudik menggunakan kapal laut.
“Saya pergi bersama istri dan dua anak menuju Medan, nanti turun di Pelabuhan Belawan,” katanya.
Menurutnya, perjalanan dengan kapal laut jauh lebih hemat dibandingkan moda transportasi lain yang pernah ia coba sebelumnya.
“Sebelumnya kami sudah pernah naik pesawat dan bus. Sekarang ingin mencoba kapal laut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa jika menggunakan pesawat, ia harus menghabiskan sekitar Rp6 juta untuk membeli empat tiket sekali jalan. Sementara dengan kapal laut, ia hanya perlu membayar sekitar Rp2 juta untuk jumlah tiket yang sama.
“Lebih hemat, kami harus menabung beberapa tahun sebelum akhirnya bisa mudik,” katanya.
Abdurrohman menambahkan bahwa untuk pulang kampung, ia harus mengumpulkan lebih dari Rp10 juta.
“Kami harus menabung dulu sebelum bisa mudik. Sudah empat tahun kami tidak pulang kampung,” ungkapnya.