Israel Lanjutkan Ekspansi di Gaza untuk Melenyapkan Hamas

Febri S

Israel kini mulai memperluas kendalinya di Gaza. Pada Rabu (2/4), pemerintah Israel mengumumkan perbesaran operasi militer besar-besaran di wilayah tersebut. Mereka mengklaim bahwa sebagian besar wilayah Gaza akan direbut dan dimasukkan ke dalam zona keamanan Israel, disertai dengan evakuasi besar-besaran penduduknya. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk membersihkan militan dan infrastruktur serta merebut wilayah-wilayah luas sebagai bagian dari zona keamanan negara tersebut.

Meskipun Katz tidak menjelaskan secara rinci mengenai luas wilayah yang ingin direbut atau apakah ini bagian dari aneksasi permanen, organisasi hak asasi manusia Israel, Gisha, melaporkan bahwa Israel telah menguasai sekitar 62 kilometer persegi (17%) dari total wilayah Gaza, yang menjadi bagian dari zona penyangga di sekitar tepi wilayah tersebut. Sebelumnya, militer Israel telah memperingatkan warga Gaza di beberapa distrik selatan untuk evakuasi, dan laporan dari Radio Palestina menunjukkan bahwa wilayah sekitar Rafah kini hampir kosong setelah perintah evakuasi diterapkan.

Langkah ini semakin intensif setelah mendapat dukungan penuh dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mendorong pengungsian permanen warga Gaza, bahkan mengusulkan untuk membangun resor pantai di wilayah tersebut yang akan dikelola oleh Washington. Israel pun mengatakan akan memfasilitasi pengungsian sukarela warga Gaza.

Di tengah peningkatan operasi militer ini, ketegangan semakin meningkat di Gaza. Sejumlah warga Gaza pun mulai mengkritik Hamas, yang telah memerintah wilayah ini sejak 2007. Sebagian menganggap bahwa operasi ini adalah strategi Israel untuk memberikan tekanan lebih besar kepada para pemimpin Hamas. Dalam pernyataannya, Katz juga mendesak warga Gaza untuk bertindak dan mengakhiri kekuasaan Hamas, serta mengembalikan sandera-sandera Israel sebagai satu-satunya cara untuk menghentikan perang.

Di sisi lain, Israel juga melancarkan serangan ke beberapa target di Lebanon selatan dan Suriah, termasuk serangan terhadap seorang komandan Hizbullah di Beirut, yang semakin memperburuk ketegangan di kawasan tersebut.

Penulis:

Febri S

Tags

Related Post

Leave a Comment